Ada hal yang bisa aku ambil pelajaran dari apel siaga STAT-CAP CERDAS yang dilakanakan pada tanggal 18 Januari 2011 di auditorium gedung baru STIS dengan dekorasi yang menawan.
Pemaparan tentang masa depan BPS untuk menjadi lebih baik oleh Bapak Kepala BPS RI, Dr. Rusman Heriawan sangatlah indah dan menjanjikan. Pasalnya, fasilitas yang diberikan instansi kepada hingga ujung tombak instansi semakin membaik, dari motor gede, laptop yang didesain khusus, one man one PC, video conference, dll. Ucap Beliau “asal ada anggarannya, semua itu gampang, asal ada uangnya, semua mudah, tapi tidak dengan membangun SDM”. Tentu kita semua mengharapkan SDM yang dimiliki instansi adalah yang berkualitas. Beliau menceritakan sedikit hal menggelitik mengenai SDM di kantor pusat BPS misalnya, mengenai ketidakdisiplinan pegawai, membuang sampah tidak pada tempatnya, “bahkan sandal jepit aja bisa hilang, bayangkan coba!” tegas Beliau. Selain petugas ujung tombak yang difasilitasi, para pejabat-pejabat eselon pun diberi mobil dinas Suzuki Grand Vitara.
Hal itu mengingatkanku pada kasus Toyota Crown Royal Saloon yang harganya mencapai 1,3 Milyar untuk fasilitas para menteri. Benakku berpikir, apa tidak bisa ditekan biaya untuk pengadaan itu? Kan bisa dialokasikan ke yang lain yang lebih bermanfaat. Masa kita “pelayan rakyat kecil” malah membuat susah “majikan”? menurutku pengadaan apapun selagi fungsinya urgent dan untuk memudahkan kinerja tidaklah salah, namun jika untuk berlomba kemewahan itulah yang salah. Kita pun tidak aneh lagi mendengar para pemimpin negara lain yang mengambil gaji secukupnya saja dan mengembalikan sisanya kepada negara. Kenapa negara kita tidak bisa?
Kedua, pemaparan yang disampaikan oleh Bapak Subagio Dwijosumono, Deputi Bidang Statistik Produksi tentang bagaimana menjadi insan BPS dan mahasiswa yang baik dan bertanggung jawab. Pemaparan Beliau ini diselingi video inspiratif mengenai bagaimana kita mencoba melakukan hal yang dianggap kecil padahal bisa jadi itu berguna. Dari pemaparan beliau ini, terdapat sindiran menggelitik mengenai kinerja pegawai, sindiran tersebut berupa penyakit-penyakit pegawai yang jika disingkat menjadi lucu. 10 Penyakit PNS menurut Beliau adalah;
1. Kudis, Kurang Disiplin
2. Kram, kurang terampil
3. TBC, tidak bisa computer
4. Ginjal, gaji ingin naik tapi kinerja lambat
5. Asma, asal ngisi absen
6. Radang paru-paru, gara-gara begadang paginya tidur melulu
7. Pucat pasi, pulang cepat padahal masih pagi
8. Flu, FB-an melulu
9. Batuk, bawaannya ngantuk
10. Bisul, BBM-an intensif sambil bersiul
10 penyakit yang diidap PNS pada umumnya seperti di atas tersebut semestinya kita hindari. Kita abdi negara, kinerja kita dinilai rakyat. Lebih jauh, Tuhan Yang Maha Kuasa pun selalu Mengetahui apa yang kita kerjakan, sejauh apa kita melaksanakan amanah raktyat?
semoga BPS menjadi lebih Cerdas dan lebih baik dengan program STATCAP CERDAS ini… amiin