catatan arifinkasugaromio

26 Februari 2011

lempar toga, lontar akad dan balang jumroh

Filed under: Cerita, Humor — arifinkasugaromio @ 2:01 am

“plis deh itu om judulnya” suara hati pembaca

“biarinlaah.. hehe” penulis tersipu malu.

setiap orang, tentu punya mimpi, tujuan, visi-misi dan rencana dalam hidupnya. baik itu rencana jangka pendek maupun jangka panjang. judul di atas menyiratkan mimpi, rencana, visi-misi atau apa yaa? terserah deh… :p

1. lempar toga

lempar toga ini “bahasa keren” dari wisuda. siapa orang di dunia ini yang ngga kepengen wisuda? kayanya bayi yang baru lahir kalau ditanya mau wisuda ngga dan ia bisa bicara, bakal jawab “mau” (biasa, lebay…). intinya, bagi setiap mahasiswa, wisuda tentu harapan yang ingin segera terlaksana. entah karena sudah penat dengan tugas, ujian dan berbagai antek-anteknya atau memang karena berharap agar lebih cepat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. karena dalam agama islam dilarang su’udzan, maka aku berpikir setiap dari kita pastilah menginginkan agar cepat wisuda karena ingin melanjutkan “mimpi” yang lebih tinggi. mimpinya ku kasih tanda petik lagi, karena setiap manusia memiliki kondef (konsep dan definisi) masing-masing terhadap kata yang satu itu. ada yang mengartikan mimpi sebagai suatu cita-cita yang harus dikejar, adapula yang mengartikan mimpi itu bunga tidur yang meraihnya dengan cara tidur. hayoo… positif thinking lagi ah. kita semua pasti mengartikan mimpi ini sebagai cita-cita mulia yang harus dikejar dan diraih. bicara mengenai mimpi (dengan kondef kedua hasil positif thinking) ada kalimat bagus yang secara garis besar seperti ini:

Haqaiqul yaumi ahla amul amsi, wa ahla amul yaumi haqaiqul ghadi.
kenyataan hari ini adalah hasil dari mimpi hari kemarin dan mimpi hari ini adalah kenyataan di esok hari ( Hasan Al-banna)

indah banget kan…? makanya, mari kita bermimpi, jadilah orang besar, jadilah pemenang, jadilah seorang hebat. bermimpilah terbang tinggi ke langit, bermimpilah tuk bermanja dengan gemintang, bermimpilah… dengan usaha dan doa maka mimpi itu kan jadi kenyataan. insyaALLAH…^^

2. lontar akad

maksudnya apa ini…? *sok polos. setelah wisuda, kerjaan telah ditangan, lalu apa yang kurang? yaa.. betul, “teman hidup” jawabannya. ada tanda kutipnya lagi. biarinlah, tolak Ho dan asumsi pembaca sudah mengerti maksudnya terpenuhi.. hehe.

hidup ini indah, jika ku selalu ada disisimu setiap waktu hingga aku hembuskan nafas yang terakhir… ila akhirihi.

yaa, hidup kan jadi lebih indah jika kita punya “bidadari” yang kan selalu menemani kita bercocok tanam amal kebaikan di dunia ini untuk bersama pula memetiknya/memanennya di syurga kelak. beeuuh, bahasannya beraat. mana bidadarinya ada tanda kutipnya lagi. :D

jadi keinget, buat para sahabat-sahabatku yang “telah mendahului kami”, semoga menjadi keluarga SAMARA (Sakina Mawaddah Warahmah). amiin. kalau boleh aku merekomendasikan lagu, aku ingin kirimkan lagu “For The Rest Of My Life-Maher Zain” buat para sahabat sekalian yang secara tidak langsung mengajarkan sebagian dari kami bahwa setelah lempar toga itu lontar akad. hehe, nyalahin orang lain kesannya. :hammer

3. balang jumroh

subhanallah, lalu siapa muslim yang tidak ingin balang jumroh (umroh/haji)…? datang ke kota suci, berziarah ke Makam RasulAllah, melihat kiblat milyaran muslim di dunia, shalat di Masjidil Haram / Masjid Nabawi,  wukuf di Arafah, tempat dimana Nabi Adam as dan Siti Hawa dipertemukan kembali setelah diturunkan dari syurga, dan banyak lagi tempat disana yang sejatinya akan meningkatkan kualitas keimanan kita dan mendekatkan diri kehadirat Ilahi.

jadi, rangkuman materi kuliah kita kali ini adalah bahasan tentang rencana jangka pendek/panjang hidup ke depan adalah lempar toga lalu lontarkan akad dan balanglah jumroh bersama istri shalehah. hehe…, “istri shalihah” ini kaya lagunya Bang Haji, aku pernah denger di HP ibuku soalnya. :D

8 Komentar »

  1. Aslmkm..
    kayaknya ujung2nya ke “bidadari” tuh kak.. :p
    kak khabibah GR tuh, wkwkwk.
    Btw abis lulus udh lsg akad y kak?

    v^^v

    Komentar oleh fi — 26 Februari 2011 @ 4:13 am

    • wa’alaikumusalam wr wb.

      abis lulus mau akad…? ga langsung juga siih.. sekitar 3 bulanan setelah itu.. insyaALLAH pas penempatan aku udah punya temen hidup (rencananya sih gitu, insyaALLAH.. :D ).

      pokokna mah, isteriku kelak adalah bidadariku.. :D

      Komentar oleh arifinkasugaromio — 27 Februari 2011 @ 12:00 am

  2. Waaah, yang ketiga tu kayaknya jadi rencana jangka panjang aja deh, kecuali ntar klo target kedua dah tercapai trus “ada yang bayarin” :D
    *ngarep

    Pin, coba deh ngomong hal-hal kayak gini ke orang yang target hidupnya “nikmatin aja dulu, ga usah dibikin susah”, bisa bakalan kamu deh yang stress. Hehe
    *pengalaman pribadi.

    Komentar oleh lina — 26 Februari 2011 @ 5:44 am

    • makanya tulisan di atas kan aku serahin ke para pembaca, mau menyebutnya jangka panjang/pendek, yang penting semoga kita melalui semua proses di atas.. hehe..

      maksudnya ngomong ke siapa lina?
      “nikmatin aja dulu, ga usah dibikin susah” dari kata2 itu aja menyiratkan ada hal yang aneh… emang dengan menikah kita jadi susah? bukannya menikah itu tuntunan agama? dan ALLAH telah menjamin rezeki hamba-Nya.

      tapi bicara mengenai itu, pasti kembali lagi kepada prinsip dan cara pandang seseorang dimana keimanan berperan penting dalam hal tersebut.

      Komentar oleh arifinkasugaromio — 27 Februari 2011 @ 12:04 am

  3. gak jauh2 dech, ujungnya walimahan ini kang Ipin ni..

    Komentar oleh endricahyo2safi3 — 26 Februari 2011 @ 10:12 am

    • kaya si endri ga mau aja deh… :p

      Komentar oleh arifinkasugaromio — 27 Februari 2011 @ 12:05 am

  4. maksudku ga cuma target nikah aja, tapi target secara umum.
    aku lihat kamu ni orang yang visioner, mungkin aku juga. masalahnya mungkin karena aku masih kurang bisa menerima perbedaan cara pandang orang lain yang bilang kayak gitu tadi. dia menuduh aku, “ngapain sih mikirin kayak gitu? Bikin stress aja. hidup tu udah susah jadi jangan dibikin tambah susah.”
    jadi aku yang ragu.
    maaf jadi curcol ^_^>

    Komentar oleh lina — 2 Maret 2011 @ 8:11 am

    • iya lina, karena prinsip “mimpi adalah kenyataan di esok hari, dengan usaha dan ikhtiar tentunya” telah mendarah daging ditubuhku. tidak sedikit juga beberapa “hal kecil” yang aku inginkan kemudian aku berusaha dan berdoa kemudian aku dapatkan tentu dengan proses dan dalam waktu tertentu. intinya mari minta kepada Yang Maha Memberi. dunia dan seisinya ini milik-Nya. tidak sulit bagi-Nya memberi apa yang kita impikan, tentu dengan keseriusan dan yang terbaik buat kitanya.

      kalau ada yang berpendapat “biarkan hidup mengalir” aku pun tidak akan menyalahkan mereka. selagi prinsip tidak menodai dan menistakan agama, ya biarkan mereka berjalan.

      buat lina, jadikan apa yang baik menurutmu itu (tidak bertentangan dengan agama) sebagai prinsip.

      bolehlah kita berenang mengikuti arus saat berbicara mode, namun tegarlah seperti batu karang saat berbicara prinsip. (selagi prinsip itu baik dan tidak menyalahi agama dan norma yang berlaku). kalau beda pendapat, ga usah banyak cingcau.. lakum dinukum waliyadiin. maksudnya bukan bagimu agamamu tapi, bagimu prinsipmu bagiku prinsipku, inget sekali lagi prinsipnya jangan sampai menyalahi agama dan norma yang ada.

      Komentar oleh arifinkasugaromio — 3 Maret 2011 @ 3:23 pm


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com. Fonts on this blog.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.