“plis deh itu om judulnya” suara hati pembaca
“biarinlaah.. hehe” penulis tersipu malu.
setiap orang, tentu punya mimpi, tujuan, visi-misi dan rencana dalam hidupnya. baik itu rencana jangka pendek maupun jangka panjang. judul di atas menyiratkan mimpi, rencana, visi-misi atau apa yaa? terserah deh… :p
1. lempar toga
lempar toga ini “bahasa keren” dari wisuda. siapa orang di dunia ini yang ngga kepengen wisuda? kayanya bayi yang baru lahir kalau ditanya mau wisuda ngga dan ia bisa bicara, bakal jawab “mau” (biasa, lebay…). intinya, bagi setiap mahasiswa, wisuda tentu harapan yang ingin segera terlaksana. entah karena sudah penat dengan tugas, ujian dan berbagai antek-anteknya atau memang karena berharap agar lebih cepat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. karena dalam agama islam dilarang su’udzan, maka aku berpikir setiap dari kita pastilah menginginkan agar cepat wisuda karena ingin melanjutkan “mimpi” yang lebih tinggi. mimpinya ku kasih tanda petik lagi, karena setiap manusia memiliki kondef (konsep dan definisi) masing-masing terhadap kata yang satu itu. ada yang mengartikan mimpi sebagai suatu cita-cita yang harus dikejar, adapula yang mengartikan mimpi itu bunga tidur yang meraihnya dengan cara tidur. hayoo… positif thinking lagi ah. kita semua pasti mengartikan mimpi ini sebagai cita-cita mulia yang harus dikejar dan diraih. bicara mengenai mimpi (dengan kondef kedua hasil positif thinking) ada kalimat bagus yang secara garis besar seperti ini:
Haqaiqul yaumi ahla amul amsi, wa ahla amul yaumi haqaiqul ghadi.
kenyataan hari ini adalah hasil dari mimpi hari kemarin dan mimpi hari ini adalah kenyataan di esok hari ( Hasan Al-banna)
indah banget kan…? makanya, mari kita bermimpi, jadilah orang besar, jadilah pemenang, jadilah seorang hebat. bermimpilah terbang tinggi ke langit, bermimpilah tuk bermanja dengan gemintang, bermimpilah… dengan usaha dan doa maka mimpi itu kan jadi kenyataan. insyaALLAH…^^
2. lontar akad
maksudnya apa ini…? *sok polos. setelah wisuda, kerjaan telah ditangan, lalu apa yang kurang? yaa.. betul, “teman hidup” jawabannya. ada tanda kutipnya lagi. biarinlah, tolak Ho dan asumsi pembaca sudah mengerti maksudnya terpenuhi.. hehe.
hidup ini indah, jika ku selalu ada disisimu setiap waktu hingga aku hembuskan nafas yang terakhir… ila akhirihi.
yaa, hidup kan jadi lebih indah jika kita punya “bidadari” yang kan selalu menemani kita bercocok tanam amal kebaikan di dunia ini untuk bersama pula memetiknya/memanennya di syurga kelak. beeuuh, bahasannya beraat. mana bidadarinya ada tanda kutipnya lagi.
jadi keinget, buat para sahabat-sahabatku yang “telah mendahului kami”, semoga menjadi keluarga SAMARA (Sakina Mawaddah Warahmah). amiin. kalau boleh aku merekomendasikan lagu, aku ingin kirimkan lagu “For The Rest Of My Life-Maher Zain” buat para sahabat sekalian yang secara tidak langsung mengajarkan sebagian dari kami bahwa setelah lempar toga itu lontar akad. hehe, nyalahin orang lain kesannya. :hammer
3. balang jumroh
subhanallah, lalu siapa muslim yang tidak ingin balang jumroh (umroh/haji)…? datang ke kota suci, berziarah ke Makam RasulAllah, melihat kiblat milyaran muslim di dunia, shalat di Masjidil Haram / Masjid Nabawi, wukuf di Arafah, tempat dimana Nabi Adam as dan Siti Hawa dipertemukan kembali setelah diturunkan dari syurga, dan banyak lagi tempat disana yang sejatinya akan meningkatkan kualitas keimanan kita dan mendekatkan diri kehadirat Ilahi.
jadi, rangkuman materi kuliah kita kali ini adalah bahasan tentang rencana jangka pendek/panjang hidup ke depan adalah lempar toga lalu lontarkan akad dan balanglah jumroh bersama istri shalehah. hehe…, “istri shalihah” ini kaya lagunya Bang Haji, aku pernah denger di HP ibuku soalnya.