catatan arifinkasugaromio

22 April 2011

Putus Cinta Bukan Berarti Dunia Berhenti Berputar

Filed under: Motivasi — arifinkasugaromio @ 9:24 am

Putus cinta, fenomena yang tak jarang kita temui. Terutama para kawula muda. Ada yang menganggapnya hal biasa adapula yang kata temenku “kitanya aja yang terlalu lebay”. Mungkin cara menanggapi putus cinta ini “depend on the manner”- teringat kata-kata ini kembali dari sahabatku dulu. Betul sekali, depend on the manner. Kita balikkan lagi ke diri kita, bagaimana kita menanggapinya, mau santai atau lebay? Bagi yang baru kali pertama putus cinta tentu lebay menjadi hampir pasti, bagi yang berkali-kali, “bisa karena biasa”.

Lepas dari biasa atau luarbiasanya putus cinta, mari berpikir jernih dan bersih. Agar kita lebih wise – kata temenku cewek – dalam menghadapinya.

Pertama, cinta yang dianugerahkan kepada kita dan pasangan kita adalah dari ALLAH, innaa lillahi wa innaa ilaihi rojiun-semua dari ALLAH dan akan kembali pada-Nya. Apa kita pantas protes jika cinta yang ALLAH “titipkan” kepada kita dan pasangan kita diambil kembali? Bukankah ALLAH selalu memiliki scenario paling indah untuk kehidupan terindah kita? Ingatlah kawan, akan ada hikmah dan ibrah dari segala yang ditimpakan kepada kita. Percayalah! Berapa lama pun kita ‘berpacaran’, jika ALLAH mengkehendaki kita putus untuk kebaikan masing-masing, maka tidak ada sedikitpun penghalang yang berarti. Putus sudah! Ini bukan berbicara takdir, jangan lantas disandarkan pada takdir. Seorang Ustadz berkata “sandarkan kebaikan adalah karena takdir ALLAH dan keburukan balikkan lagi ke diri kita, karena kelalaian kita”. Misal, kita terlahir sebagai Muslim – Anugerah terbesar tentunya, maka bersyukurlah kepada ALLAH yang mentakdirkan kita sebagai seorang Muslim. Jika kita kecelakaan jatuh dari motor, maka ingatkanlah diri kita agar lebih hati-hati dalam berkendara. Innaa lillahi wa innaa ilaihi rojiun, kalimat itu pula yang  pertama kali ku dengar dari guruku saat itu dan menggertakku dengan pertanyaan-pertanyaan, “cintamu dan cintanya datang darimana? Pantes kamu protes kalau diambil lagi? Gak percaya kalau ALLAH itu sayang sama kamu? Ada yang lebih baik untukmu. Percayalah…” seruntutan pertanyaan itu membuatku menitikkan airmata.

Kedua, kembali ke hukumnya. Semua orang pasti mengetahui bahwa, tidak ada kata “pacaran sebelum menikah”, sedikit sekali yang menyadarinya. Penulis bahkan tidak termasuk kedalam minoritas tersebut. Pacaran, dekat dengan maksiat. Mengucapkan “sayang” ke lawan jenis bukan muhrim yang membuat hati jadi berdebar-debar, bukankah itu dosa? Mendengar suaranya ditelpon, bukankah itu dosa? Berduaan dengannya, bukankah dosa juga, karena bukankah yang ketiganya itu syaitan? Belum lagi yang ‘jauh-jauh’, naudzubillahi min dzalik… kita tahu bahwa orang banyak dosa tempatnya di neraka, lalu kalau dengan putus cinta kita jadi ‘ditekan’ maksiat melakukan dosa, kenapa kita protes? Bukankah lebih pantas kita bersyukur? Teman-teman pembaca, aku berbicara seperti ini jangan lantas berpikiran aku ini tegar atau munafik, tujuanku hanya ingin menguatkan mereka yang disebut-sebut galauers. Karena bagaimanapun, galauers ini butuh motivasi dari kita-kita yang ‘sehat’-bukan berarti galauers gak sehat ya.

Ketiga, menantikan ‘bidadari pengganti’ kadang menjadi hari-hari yang menyakitkan, serasa tiap hari, hati kita disayat-sayat. “hahaha, 4 bulan cepet kalii, gue 2 tahun lhoo..” temenku cewek, mengolokku. Padahal masa-masa itu, udah banyak ‘metode’ aku coba, mulai dari minum racun, gagal racunnya jadi rasa jeruk (Marim*s). Gantung diri, gagal talinya putus (tali jemuran), minum banyak obat biar overdosis, gagal juga obatnya terlalu manis (permen-red), intermezzo. Belum lagi kadang kita sakit melihat dia dengan selingkuhannya, atau kita capek dengan sumpah serapah yang tak kunjung menimpanya-misal mengutuknya jadi patung, menyumpahinya biar cepet putus, dsb. Tapi, demi ALLAH, jika kita kembali ke jalan-Nya, semua itu akan indah pada waktunya. Pada masa-masa ini, justru momentum kita memperbaiki diri, dia yang buruk dimata kita, sama buruknya kita dimata dia. Jadi buat apa kita menertawakan muka orang yang “corang-coreng” padahal muka kitapun sama corang-corengnya? Lebih baik tho kalau kita ambil cermin terus kita bersihin muka kita? Kalau muka kita udah bersih, tampan, cantik, siapa yang ngga suka ke kita? Melihat muka kita berseri-seri, bercahaya, dan berilmu?

Keempat, kuncinya lupakan dan lupakan. Tatap masa depan jadikan masa lalu sebagai pelajaran. “kamu lagi naik motor, kalau kamu melihat kebelakang terus, kamu bisa nabrak, terlalu banyak ngeliat spion pun bahaya” itu pesan teman curhatku. Pesan ini bukan dari polantas lho. -_-“. Yaa… betul sekali. Teman-teman paham maksudnya. Jangan kita selalu mengingat masa lalu, masa lalu itu kaca spion untuk kita menentukan arah kedepan (belok kanan-kiri misalnya). Masa lalu bisa jadi pengalaman sekaligus pelajaran berharga bagi kita. Menjadi pribadi yang lebih baik. Mendapatkan pasangan yang lebih baik. Tentulah teman-temanku sering mendengar potongan Ayat Al-Quran yang secara garis besar isi kandungannya seperti “wanita yang buruk akan dipasangkan dengan laki-laki yang buruk, dan wanita yang baik akan dipasangkan dengan laki-laki yang baik”. Jangan lantas kita jadi egois dengan berpikir “’pacar’ ku yang sekarang sudah jelas yang terbaik bagiku, gak ada lagi yang mampu menggantikannya”, mintalah yang terbaik menurut ALLAH bagi kita, karena bisa saja yang kita benci adalah sesungguhnya yang baik buat kita dan bisa jadi yang kita sukai sesungguhnya buruk buat kita dan ALLAH Maha Mengetahui Segalanya, “’Asaa an takrahu syai’an wahuwa khairullakum wa ‘asaa an tuhibbu syai’an wahuwa syarrullakum”. Aku lupa surat dan ayat berapa -_-“

Kelima, sudah barang tentu dia bukan lagi ‘pacar’ kita tapi tetaplah dia teman kita. Mungkin dia pernah kita benci lalu rasa benci itu hilang seiring berjalannya waktu. Menurut pepatah, “Saat bertemu orang yang pernah kamu benci, sapalah dengan tersenyum. Karena ialah yang membuatmu semakin tegar.” Kita tidak akan lagi membahas tentang percintaan, tapi pembahasan mengenai humanisme kemanusiaan masih terbuka. Tolong-menolong, bantu membantu antar sesama dsb. Ta’awanu alal birri wattaqwa walaa ta’awanu alal ismi wal’udwan. Tolong menolonglah kalian semua dalam kebaikan dan takwa dan janganlah tolong menolong dalam dosa dan permusuhan.

Keenam, berilah kado terindah untuk dia si mantan. Bisa jadi selama jadian kita tidak bisa memberikan kado terbaik dan terindah karena cinta anak kosan memang seperti itu -_-“, setelah putus darinya, memberi kado terindah adalah keharusan. Apa kado terindah itu? Yaa… betul sekali. Prestasi kita! Kesuksesan kita! Coba bayangkan jika setelah putus cinta, kabar yang diterima dia adalah “(kita) mati bunuh diri gara-gara overdosis makan gorengan”. Ahh… rasanya gak elit ya? Coba bayangkan lagi, jika kabar yang sampai kepadanya adalah “(kita) berhasil menamatkan S2/S3 di Jerman, (kita) sukses jadi keluarga SAMARA, dll”. Jelas, itu akan mencucurkan airmatanya dan berpikir dalam benaknya “Alhamdulillah… semoga ALLAH memutuskan kita memang karena itu yang terbaik buat kita berdua”.

10 April 2011

Penyakit Pegawai Negeri Sipil

Filed under: Tentang STIS — arifinkasugaromio @ 4:59 pm

Ada hal yang bisa aku ambil pelajaran dari apel siaga STAT-CAP CERDAS yang dilakanakan pada tanggal 18 Januari 2011 di auditorium gedung baru STIS dengan dekorasi yang menawan.

Pemaparan tentang masa depan BPS untuk menjadi lebih baik oleh Bapak Kepala BPS RI, Dr. Rusman Heriawan sangatlah indah dan menjanjikan. Pasalnya, fasilitas yang diberikan instansi kepada hingga ujung tombak instansi semakin membaik, dari motor gede, laptop yang didesain khusus, one man one PC, video conference, dll. Ucap Beliau “asal ada anggarannya, semua itu gampang, asal ada uangnya, semua mudah, tapi tidak dengan membangun SDM”. Tentu kita semua mengharapkan SDM yang dimiliki instansi adalah yang berkualitas. Beliau menceritakan sedikit hal menggelitik mengenai SDM di kantor pusat BPS misalnya, mengenai ketidakdisiplinan pegawai, membuang sampah tidak pada tempatnya, “bahkan sandal jepit aja bisa hilang, bayangkan coba!” tegas Beliau. Selain petugas ujung tombak yang difasilitasi, para pejabat-pejabat eselon pun diberi mobil dinas Suzuki Grand Vitara.

Hal itu mengingatkanku pada kasus Toyota Crown Royal Saloon yang harganya mencapai 1,3 Milyar untuk fasilitas para menteri. Benakku berpikir, apa tidak bisa ditekan biaya untuk pengadaan itu? Kan bisa dialokasikan ke yang lain yang lebih bermanfaat. Masa kita “pelayan rakyat kecil” malah membuat susah “majikan”? menurutku pengadaan apapun selagi fungsinya urgent dan untuk memudahkan kinerja tidaklah salah, namun jika untuk berlomba kemewahan itulah yang salah. Kita pun tidak aneh lagi mendengar para pemimpin negara lain yang mengambil gaji secukupnya saja dan mengembalikan sisanya kepada negara. Kenapa negara kita tidak bisa?

Kedua, pemaparan yang disampaikan oleh Bapak Subagio Dwijosumono, Deputi Bidang Statistik Produksi tentang bagaimana menjadi insan BPS dan mahasiswa yang baik dan bertanggung jawab. Pemaparan Beliau ini diselingi video inspiratif mengenai bagaimana kita mencoba melakukan hal yang dianggap kecil padahal bisa jadi itu berguna. Dari pemaparan beliau ini, terdapat sindiran menggelitik mengenai kinerja pegawai, sindiran tersebut berupa penyakit-penyakit pegawai yang jika disingkat menjadi lucu. 10 Penyakit PNS menurut Beliau adalah;

1.      Kudis, Kurang Disiplin

2.      Kram, kurang terampil

3.      TBC, tidak bisa computer

4.      Ginjal, gaji ingin naik tapi kinerja lambat

5.      Asma, asal ngisi absen

6.      Radang paru-paru, gara-gara begadang paginya tidur melulu

7.      Pucat pasi, pulang cepat padahal masih pagi

8.      Flu, FB-an melulu

9.      Batuk, bawaannya ngantuk

10.  Bisul, BBM-an intensif sambil bersiul

10 penyakit yang diidap PNS pada umumnya seperti di atas tersebut semestinya kita hindari. Kita abdi negara, kinerja kita dinilai rakyat. Lebih jauh, Tuhan Yang Maha Kuasa pun selalu Mengetahui apa yang kita kerjakan, sejauh apa kita melaksanakan amanah raktyat?

semoga BPS menjadi lebih Cerdas dan lebih baik dengan program STATCAP CERDAS ini… amiin

21 Maret 2011

Pendaftaran Mahasiswa Baru STIS 2011/2012

Filed under: Tentang STIS — arifinkasugaromio @ 12:11 pm

alhamdulillah… bagi temen-temen yang sudah tidak sabar menunggu Pendaftaran Mahasiswa Baru STIS 2011/2012, sudah ada nih informasi-informasi terkait hal tersebut… bisa kunjungi website STIS untuk mengetahui persyaratan, ketentuan, cara pendaftaran, jadwal dll.

atau download PDF-nya  pmb-2011-reg-term.

(lagi…)

Tulisan yang Lebih Tua »

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com. Fonts on this blog.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.